Langsung ke konten utama

Postingan

Equityworld Futures Semarang : Arab Saudi dan Israel Perbanyak Gunakan Yuan China

Equityworld Futures Semarang - Peran dolar Amerika Serikat (AS) di dunia ini semakin lama semakin menyusut. Banyak negara kini mulai mengurangi ketergantungannya terhadap dolar AS. Indonesia memiliki perjanjian bilateral Local Currency Settlement (LCS) dengan beberapa negara. Dengan LCS ini maka kedua negara yang bekerja sama bisa menggunakan mata uang lokal tidak perlu menukar dolar AS terlebih dahulu jika ingin melakukan transaksi perdagangan dan investasi. China sudah jauh-jauh hari melakukan dedolarisasi, begitu juga dengan Rusia apalagi setelah ketegangan kedua negara semakin meningkat akibat berperang dengan Ukraina. Dedolarisasi kini semakin meluas lagi, pada bulan lalu Arab Saudi dikabarkan berbicara dengan China untuk menjual minyaknya dengan mata uang yuan. Wall Street Journal (WJS) pada Selasa (15/3) melaporkan pembicaraan Arab Saudi dengan China untuk menggunakan yuan dan denominasi minyak mentahnya sebenarnya timbul tenggelam dalam 6 tahun terakhir tetapi di tahun ini, tet...

Equityworld Futures Semarang : Sikapi Agresivitas The Fed, IHSG Sesi 1 Surut ke Zona Merah

Equityworld Futures Semarang - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (22/4/2022) karena investor bereaksi negatif terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga agresif. Membuka perdagangan terkoreksi 0,31% di level 7.251,98, indeks acuan utama bursa ini melemah 0,97% atau 70,65 poin ke 7.205,53 pukul 11:30 WIB. Nilai perdagangan tercatat turun ke Rp. 8,9 triliun dengan melibatkan lebih dari 15 miliar saham yang berpindah tangan 904 ribuan kali. Menurut data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terpantau bergerak variatif. Sempat bangkit ke zona hijau pada pukul 9-an, IHSG lalu terpantau tertekan menjelang penutupan sesi pertama. Level tertinggi hariannya berada di angka 7.291,48 menjelang pukul 10:00 WIB sementara level terendah di 7.201,85. Mayoritas saham melemah yakni sebanyak 349 unit, sedangkan156 lain menguat dan 173 sisanya flat. Di sisi lain, investor asing mencetak pembeli...

Equityworld Futures Semarang : Tambang di Peru Setop Produksi, Harga Tembaga Naik

Equityworld Futures Semarang - Harga tembaga dunia menguat pada perdagangan siang hari ini karena keadaan darurat produksi tembaga di Peru. Pada Kamis (21/4/2022) pukul 11.06 WIB harga tembaga dunia tercatat US$ 10.233/ton, naik 0,1% dibandingkan dengan posisi kemarin. Peru akan mengumumkan keadaan darurat di tambang SCCO.N milik Southern Copper Corp karena protes yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Protes ini diperkirakan menghentikan 20% produksi tembaga nasional Peru. Tak hanya SCCO.N, beberapa penduduk di Andes, daerah yang kaya tembaga di Peru, juga melakukan protes ke beberapa tambang termasuk Cuajone, Las Bambas dari MMG dan Glencore. Tambang Cuajone menangguhkan operasi pada 28 Februari setelah penduduk menutup pasokan air ke tambang, menuntut kompensasi finansial dan bagian dari keuntungan di masa depan. Sementara itu tambang di Las Bambas berhenti pada hari Rabu setelah penduduk Fuerabamba memasuki tambang dan mendirikan kemah di dalamnya. MMG mengatakan anggota komunitas F...

Equityworld Futures Semarang : Harga Batu Bara Naik Nyaris 5%

Equityworld Futures Semarang - Tidak mau berdiam lama-lama, harga batu bara kembali meroket pada Selasa (19/4/2022). Kemarin, harga batu bara kontrak Mei ditutup di US$ 336 per ton. Menguat 4,97% dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Senin (18/4/2022) di mana harga batu bara tidak mengalami pergerakan harga. Kenaikan harga batu bara pada Selasa juga memperpanjang level harga di atas US$ 300 yang sudah tercatat sejak sepekan lalu. Secara keseluruhan, harga batu bara masih naik 0,42% point to point dalam sepekan. Dalam sebulan, harga batu bara melonjak 40% dan melesat 258% dalam setahun. Kenaikan harga batu bara masih dipicu ketatnya pasokan. Keputusan Uni Eropa dan Jepang yang melarang impor batu bara dari Rusia membuat persaingan untuk mendapatkan pasokan semakin meningkat. Padahal, tanpa larangan impor pun, pasokan batu bara sebelumnya sudah ketat karena produsen utama seperti Indonesia, Australia, dan Afrika Selatan mengalami perso...

Equityworld Futures Semarang : Sudah Ambrol 3% Lebih, Kurs Dolar Australia Apa Kabar?

Equityworld Futures Semarang - Hingga Senin kemarin, dolar Australia sudah mencatat penurunan dalam 8 dari 9 hari terakhir melawan rupiah. Selama periode tersebut, dolar Australia ambrol lebih dari 3%. Persentase tersebut bahkan bisa lebih besar lagi jika melihat level tertinggi yang dicapai pada 5 November lalu mendekati Rp 11.000/AU$. Setelahnya, tren turun pun dimulai. Pada perdagangan Selasa (19/4/2022) pukul 9:42 WIB, dolar Australia diperdagangkan di kisaran 10.558/AU$, menguat 0,14% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Meski sudah merosot tajam, sepanjang tahun ini dolar Australia masih mencatat penguatan sekitar 2% melawan rupiah. Tingginya harga komoditas, inflasi yang sudah mencapai target serta pemulihan ekonomi yang terus berlanjut membuat bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) membuka peluang kenaikan suku bunga di tahun ini. Dolar Australia pun terus menanjak hingga nyaris menyentuh Rp 11.000/AU$ di awal bulan ini. Kini pelaku pasar menanti data inflasi...

Equityworld Futures Semarang : Ekspor Cetak Rekor, Neraca Dagang RI Surplus US$4,53 M Maret 2022

Equityworld Futures Semarang - Ekspor Indonesia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah US$26,50 miliar atau setara Rp380,5 triliun (kurs Rp14.360 per dolar AS) pada Maret 2022. "Ekspor di Maret ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (18/4). Pada Maret lalu, ekspor naik 29,42 persen dari US$20,47 miliar pada Februari 2022 menjadi US$26,50 miliar. Kenaikan ini didorong oleh sektor minyak dan gas bumi (migas) yang naik 41,24 persen dan bidang non migas naik 28,82 persen dibandingkan Februari. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, ekspor juga melonjak signifikan hingga 44,36 persen dari US$18,35 miliar per Maret 2021 menjadi US$26,50 miliar. Sektor nonmigas menjadi penyumbang ekspor terbesar sebesar US$25,09 miliar. Sisanya, sektor migas berkontribusi US$1,41 miliar. Industri pengolahan menjadi sektor dengan penyumbang ekspor terbesar yakni US$19,26 miliar, disusul sektor pertambangan seb...